Makassar – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Makassar kembali melanjutkan program rutin bulanan Tudang Sipulung Pegawai di Aula Dr. Hasanuddin Massaile, Rabu (29/7). Kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala Bapas Kelas I Makassar, Surianto, dan diikuti oleh seluruh pegawai Bapas Makassar. Sementara itu, jajaran petugas yang bertugas di Pos Bapas mengikuti kegiatan secara daring dari wilayah kerja masing-masing.

Mengawali arahannya, Surianto membahas implementasi ketentuan terbaru mengenai sistem presensi online bagi seluruh pegawai. Pembahasan difokuskan pada penetapan radius titik absensi, baik di Bapas induk maupun pada Pos Bapas, agar pelaksanaan presensi berjalan sesuai ketentuan yang berlaku sekaligus mendukung tertib administrasi kepegawaian.

Selain itu, Surianto juga memberikan penegasan terkait mekanisme pengajuan dinas luar, baik dinas luar penuh (full) maupun dinas luar sebagian waktu (half), bagi pegawai yang melaksanakan tugas kedinasan di luar kantor. Ia mengingatkan agar setiap pelaksanaan tugas luar didukung dengan administrasi yang tertib dan diajukan melalui mekanisme yang telah ditetapkan sehingga tidak menimbulkan kendala dalam pencatatan kehadiran maupun pertanggungjawaban pelaksanaan tugas.

Pada kesempatan yang sama, Kabapas Makassar turut menginstruksikan seluruh pejabat struktural agar segera membentuk dan mempersiapkan panitia pelaksana peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Persiapan sejak dini dinilai penting agar seluruh rangkaian kegiatan dapat terselenggara dengan baik, melibatkan seluruh pegawai, serta menjadi momentum untuk memperkuat semangat nasionalisme, kebersamaan, dan jiwa pengabdian.

Surianto menegaskan bahwa kedisiplinan administrasi dan semangat kebersamaan merupakan dua hal yang saling melengkapi dalam membangun organisasi yang profesional.

“Disiplin bukan hanya tercermin dari kehadiran, tetapi juga dari kepatuhan terhadap setiap mekanisme yang telah ditetapkan. Di sisi lain, momentum peringatan kemerdekaan harus menjadi sarana memperkuat solidaritas, kekompakan, dan semangat pengabdian seluruh insan Bapas Makassar dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Surianto.

Sebagaimana esensi Tudang Sipulung, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi terbuka yang memberikan ruang bagi para pegawai untuk menyampaikan pertanyaan, masukan, maupun berbagai persoalan yang dihadapi dalam pelaksanaan tugas. Melalui forum tersebut, berbagai isu dibahas secara bersama untuk membangun kesamaan persepsi, memperkuat koordinasi, serta mewujudkan budaya kerja yang kolaboratif, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik.

Narasi: MFZ

Wartawan: MFZ, Editor: INS