Makassar, 21 Juli 2026 – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Makassar kembali menyelenggarakan Bimbingan Kepribadian Rutin bagi Klien Pemasyarakatan di Masjid Al-Hidayah Bapas Kelas I Makassar, Selasa (21/7). Kegiatan ini menjadi bagian dari proses pembimbingan yang bertujuan memperkuat karakter, membangun kesadaran diri, serta membekali klien dengan nilai-nilai positif sebagai bekal menjalani reintegrasi sosial.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Subseksi Bimbingan Kerja Anak, Andi Ismail S. Bandaso, yang mengajak seluruh peserta mengikuti proses pembimbingan dengan sungguh-sungguh. Menurutnya, setiap materi yang diberikan merupakan bekal penting bagi klien untuk membangun pola pikir, sikap, dan perilaku yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat.

Materi kemudian disampaikan oleh Pembimbing Kemasyarakatan Ahli Muda Bapas Kelas I Makassar, Wisnu Aminullah, melalui pendekatan pembelajaran yang interaktif menggunakan media balon. Dalam sesi tersebut, setiap klien diminta meniup balon, kemudian diajak memahami filosofi sederhana di balik aktivitas tersebut. Wisnu menjelaskan bahwa balon memiliki batas kemampuan menampung udara. Semakin besar tekanan yang diberikan, semakin besar pula risiko balon itu pecah. Demikian pula manusia. Tekanan hidup, amarah, ego, dan berbagai persoalan akan selalu hadir, tetapi semuanya harus dikelola dengan pengendalian diri. Ketika seseorang membiarkan emosi dan tekanan melampaui batas, keputusan yang diambil sering kali bersifat impulsif dan berpotensi menimbulkan penyesalan, bahkan dapat berujung pada pelanggaran hukum. Sebaliknya, kemampuan mengelola tekanan dengan pikiran yang jernih menjadi salah satu kunci untuk menjalani kehidupan yang lebih bijaksana.

Suasana pembelajaran berlangsung hangat dan komunikatif. Para klien mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan antusias serta aktif menyampaikan pendapat dan pengalaman mereka saat sesi refleksi berlangsung. Pendekatan sederhana melalui media balon membuat pesan yang disampaikan lebih mudah dipahami dan melekat dalam ingatan peserta.

Kepala Balai Pemasyarakatan Kelas I Makassar, Surianto, menyampaikan bahwa pembimbingan kepribadian tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga pada proses membangun kesadaran melalui pengalaman yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Menurutnya, metode pembelajaran yang kreatif dan reflektif mampu membantu klien memahami bahwa perubahan perilaku dimulai dari kemampuan mengendalikan diri, mengelola emosi, dan mengambil keputusan secara bertanggung jawab sebagai bekal untuk kembali berperan positif di tengah masyarakat.

Narasi: MFZ

Wartawan: Rusdi Dullahi, Editor: Rusdi Dullahi