Makassar — Balai Pemasyarakatan Kelas I Makassar melalui Griya Abhipraya (GA) Sombere menerima kunjungan akademik mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin dalam program LET’S Visit #1 bertajuk “Strategi Pemberdayaan dan Reintegrasi Sosial Klien Pemasyarakatan”, Senin (18/5), di Aula Dr. Hasanuddin Massaile Bapas Makassar dan melalui Zoom Meeting.
Kegiatan tersebut difasilitasi oleh LETS Institute sebagai bagian dari pembelajaran lapangan guna meningkatkan pemahaman peserta terkait sistem pemasyarakatan, proses pembimbingan, serta implementasi reintegrasi sosial terhadap klien pemasyarakatan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan pre-test yang dipandu pengurus LETS Institute sebagai instrumen pengukuran awal tingkat pemahaman peserta mengenai tugas, fungsi, dan peran Balai Pemasyarakatan dalam sistem peradilan pidana.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi dan diskusi interaktif yang menghadirkan narasumber dari internal Bapas Makassar.
Materi pertama terkait sistem pemasyarakatan disampaikan langsung oleh Kepala Bapas Makassar, Surianto. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan filosofi pemasyarakatan, peran strategis Pembimbing Kemasyarakatan, serta posisi Balai Pemasyarakatan dalam mendukung tujuan pemidanaan yang berorientasi pada reintegrasi sosial.
“Pemasyarakatan bukan sekadar menjalankan hukuman, tetapi bagaimana negara menghadirkan proses pembimbingan agar seseorang dapat kembali diterima dan berfungsi secara positif di tengah masyarakat,” ujar Surianto.
Materi kedua terkait proses pembimbingan disampaikan oleh M. Ilham Taufik Saleh yang menguraikan mekanisme pembimbingan klien pemasyarakatan, metode pendampingan, serta tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan pembimbingan di lapangan.
Sementara materi ketiga mengenai pengenalan dan pelaksanaan reintegrasi sosial terhadap klien pemasyarakatan di Griya Abhipraya Sombere disampaikan oleh Andi Marwan. Ia menjelaskan konsep reintegrasi sosial, program pemberdayaan klien, serta implementasi pembinaan berbasis masyarakat melalui Griya Abhipraya Sombere.
Setelah sesi pemaparan materi, peserta melaksanakan observasi lapangan ke area pembinaan di Griya Abhipraya Sombere guna melihat secara langsung pelaksanaan program pembimbingan, pemberdayaan, serta proses pendampingan terhadap klien pemasyarakatan.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan refleksi akademik yang berlangsung interaktif. Para peserta tampak aktif mengajukan pertanyaan dan berdiskusi terkait sistem pembinaan, tantangan reintegrasi sosial, hingga aspek hukum dalam pelaksanaan pemasyarakatan.
Pelaksanaan dokumentasi bersama sebagai bahan evaluasi peningkatan pemahaman peserta sekaligus arsip kegiatan.
Secara umum, kegiatan berlangsung tertib, interaktif, dan memberikan manfaat akademik serta wawasan praktis kepada peserta mengenai implementasi sistem pemasyarakatan di lingkungan Balai Pemasyarakatan Kelas I Makassar.
Narasi: MFZ












