EDUKASI ANTI-BULLYING DI SMAN 16 MAKASSAR, PK BAPAS MAKASSAR TEKANKAN PENTINGNYA PEMENUHAN HAK ANAK

Makassar, 16 Juli 2026 – Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Ahli Muda Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Makassar, Moch. Fauzan Zarkasi, kembali memberikan edukasi anti-bullying kepada para peserta didik baru SMA Negeri 16 Makassar dalam rangkaian kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Kamis (16/7). Kehadiran Fauzan merupakan tindak lanjut atas undangan Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia Sulawesi Selatan dalam kegiatan penguatan kapasitas hak asasi manusia bagi pelajar.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Bidang Instrumen dan Penguatan Kantor Wilayah Kementerian HAM Sulawesi Selatan, Idawati Parapak, yang mewakili Kepala Kantor Wilayah Kementerian HAM Sulawesi Selatan. Dalam sambutannya, Idawati menegaskan pentingnya menanamkan nilai-nilai hak asasi manusia sejak dini agar lingkungan sekolah menjadi ruang yang aman, inklusif, serta bebas dari segala bentuk kekerasan dan perundungan.

Pada sesi materi, Fauzan kembali membawakan tema “Sekolah Asik Tanpa Usik”. Ia mengulas berbagai aspek mengenai fenomena perundungan, mulai dari jenis-jenis bullying, dampak psikologis dan sosial yang ditimbulkan, hingga berbagai langkah yang dapat dilakukan siswa untuk mencegah terjadinya perundungan di lingkungan sekolah.

Selain itu, Fauzan memberikan penekanan khusus mengenai pemenuhan hak anak sebagai fondasi utama dalam membentuk karakter generasi muda. Menurutnya, setiap anak berhak memperoleh perlindungan, kasih sayang, pendidikan, penghargaan, dan lingkungan yang mendukung tumbuh kembangnya secara optimal.

“Anak itu ibarat buah dari sebuah tanaman. Jika dirawat dengan baik melalui pemenuhan berbagai haknya, maka buah yang dihasilkan juga akan berkualitas. Sebaliknya, apabila hak-haknya diabaikan atau tidak dipenuhi secara optimal, sama seperti tanaman yang kurang dirawat, maka anak akan lebih rentan mengalami berbagai persoalan dalam proses tumbuh kembangnya,” jelas Fauzan di hadapan para peserta.

Fauzan juga mengajak para pelajar untuk menjadi agen perubahan dengan membangun budaya saling menghormati, menumbuhkan empati terhadap sesama, berani menghentikan tindakan perundungan, serta menjaga hak-hak setiap teman di lingkungan sekolah.

Kepala Bapas Kelas I Makassar, Surianto, mengapresiasi kepercayaan yang kembali diberikan kepada jajaran Bapas Makassar sebagai narasumber dalam kegiatan penguatan kapasitas hak asasi manusia bagi pelajar. Menurutnya, keterlibatan Pembimbing Kemasyarakatan dalam forum pendidikan merupakan wujud kontribusi nyata Bapas dalam membangun karakter generasi muda melalui pendekatan preventif dan edukatif.

Melalui kegiatan ini, Bapas Kelas I Makassar berharap semakin banyak pelajar yang memahami pentingnya menghormati hak anak, menolak segala bentuk perundungan, serta mampu menciptakan lingkungan sekolah yang aman, ramah, dan mendukung tumbuh kembang setiap peserta didik.

Narasi: MFZ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *