Bapas Makassar Hadiri Monitoring dan Evaluasi Kebijakan Pemenuhan Hak Anak, Dukung Makassar Menuju Kota Layak Anak

📝 Bapas Kelas I Makassar Siap Dukung Makassar Menuju Kota Layak Anak

 

MAKASSAR, TIMURNEWS. COM– Balai Pemasyarakatan Kelas I Makassar menghadiri kegiatan Monitoring, Evaluasi, dan Pelaporan Pelaksanaan Kebijakan Pemenuhan Hak Anak yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Makassar, Kamis (26/2), bertempat di Hotel Vasaka Makassar.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Makassar dalam memperkuat sinergi lintas sektor guna memastikan pemenuhan hak anak pada lembaga pemerintah, nonpemerintah, media, hingga dunia usaha di tingkat kabupaten/kota. Forum ini sekaligus menjadi ruang koordinasi strategis untuk mengukur capaian program serta menyusun langkah perbaikan yang lebih terarah.

Dalam pembahasan, sejumlah isu prioritas mengemuka, di antaranya penguatan komitmen menjadikan Makassar sebagai Kota Layak Anak, pencegahan kekerasan berbasis sekolah dan komunitas, serta digitalisasi layanan administrasi anak guna meningkatkan aksesibilitas dan efisiensi pelayanan publik. Pendekatan kolaboratif dinilai krusial agar perlindungan anak tidak berjalan parsial, melainkan terintegrasi di seluruh sektor.

Bapas Kelas I Makassar diwakili oleh Kepala Sub Seksi Registrasi Bimbingan Klien Anak, Syamsirais. Kehadiran Bapas menegaskan peran aktif institusi pemasyarakatan dalam mendukung perlindungan khusus bagi anak yang berhadapan dengan hukum, termasuk melalui pendampingan, pembimbingan kemasyarakatan, serta penguatan proses reintegrasi sosial berbasis kepentingan terbaik bagi anak.

Sebagai tindak lanjut, forum merekomendasikan percepatan pengesahan Rancangan Peraturan Daerah tentang Penyelenggaraan Kota Layak Anak serta penguatan kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, media, dunia usaha, dan masyarakat. Kepala Bapas Makassar, Surianto, menyatakan dukungannya terhadap langkah strategis tersebut. Ia menegaskan bahwa perlindungan anak adalah tanggung jawab kolektif, sehingga koordinasi dan kerja bersama menjadi kunci terciptanya lingkungan yang aman, ramah, dan inklusif bagi setiap anak.

Kegiatan berlangsung tertib dan lancar, serta diharapkan mampu memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan Makassar sebagai kota yang benar-benar berpihak pada tumbuh kembang dan masa depan anak.

Narasi: MFZ