Makassar, 14 Juli 2026 – Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Ahli Muda Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Makassar, Moch. Fauzan Zarkasi, memberikan edukasi anti-bullying kepada para peserta didik baru SMA Negeri 1 Makassar dalam rangkaian kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Selasa (14/7). Kehadiran Fauzan merupakan tindak lanjut atas undangan Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia Sulawesi Selatan dalam kegiatan penguatan kapasitas hak asasi manusia bagi pelajar.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Bidang Instrumen dan Penguatan Kantor Wilayah Kementerian HAM Sulawesi Selatan, Idawati Parapak, yang mewakili Kepala Kantor Wilayah Kementerian HAM Sulawesi Selatan, bersama Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Negeri 1 Makassar. Dalam sambutannya, kedua pihak menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai upaya membangun lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan bebas dari perundungan.
Pada sesi materi, Fauzan membawakan tema “Sekolah Asik Tanpa Usik”. Ia mengulas berbagai aspek mengenai fenomena perundungan, mulai dari jenis-jenis bullying, dampak psikologis maupun sosial yang ditimbulkan, hingga sejumlah kasus yang menunjukkan bahwa perundungan dapat menimbulkan konsekuensi yang sangat serius bagi korban maupun pelaku.
Selain memberikan pemahaman mengenai bahaya bullying, Fauzan juga mengajak para siswa untuk mengambil peran aktif dalam memutus mata rantai perundungan di lingkungan sekolah. Menurutnya, setiap siswa dapat menjadi bagian dari solusi dengan berani menjadi penyelamat ketika melihat tindakan bullying, tidak ikut menertawakan atau mendukung pelaku, membangun empati terhadap korban, serta berani melaporkan peristiwa perundungan kepada guru atau pihak sekolah.
Kepala Bapas Kelas I Makassar, Surianto, mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada jajaran Bapas Makassar untuk menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran Pembimbing Kemasyarakatan dalam forum edukasi di lingkungan sekolah menunjukkan bahwa kompetensi sumber daya manusia Bapas Makassar tidak hanya berperan dalam proses pembimbingan klien pemasyarakatan, tetapi juga dipercaya berkontribusi dalam upaya pencegahan kenakalan remaja dan penguatan karakter pelajar melalui pendekatan edukatif.
Melalui kegiatan ini, Bapas Kelas I Makassar berharap semakin banyak pelajar yang memiliki kesadaran untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, saling menghargai, dan bebas dari segala bentuk perundungan, sehingga tercipta generasi muda yang berkarakter, berempati, dan menghormati hak asasi setiap orang.
Narasi: MFZ












