BAPAS MAKASSAR JADI NARASUMBER WAWANCARA SESPIMMEN POLRI BAHAS PENANGGULANGAN KENAKALAN REMAJA

Gowa — Balai Pemasyarakatan Kelas I Makassar menjadi narasumber dalam kegiatan wawancara bersama peserta didik Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah Polri Dikreg ke-66 dengan tema “Optimalisasi Penanggulangan Kenakalan Remaja Guna Meminimalisir Anak Berhadapan dengan Hukum dalam Rangka Harkamtibmas yang Kondusif”, Senin (18/5), di Aula Rewako Kepolisian Resor Gowa.

Dalam kegiatan tersebut, Bapas Makassar diwakili oleh I Tri Umbara Artama dan Moch Fauzan Zarkasi yang hadir mewakili Kepala Bapas Makassar.

Kegiatan diselenggarakan oleh Polres Gowa sebagai bagian dari rangkaian pendidikan Sespimmen Polri dan turut dihadiri berbagai unsur lintas sektor, di antaranya Kejaksaan Negeri Gowa, Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Gowa, Dinas Sosial Kabupaten Gowa, Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Gowa, SMAN 1 Gowa, serta para peserta didik Sespimmen Polri.

Kegiatan dibuka langsung oleh Wakapolres Gowa, Kompol Gani, bersama Pendamping Tim Serdik Sespimmen, Brigjen Pol Ferry.

Dalam sesi wawancara, peserta didik melakukan penggalian data terkait peran Balai Pemasyarakatan Kelas I Makassar dalam upaya penanggulangan kenakalan remaja, khususnya melalui pendekatan pembimbingan, pendampingan anak berhadapan dengan hukum, serta penguatan reintegrasi sosial.

Moch Fauzan Zarkasi menjelaskan bahwa penanggulangan kenakalan remaja tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi lintas sektor mulai dari keluarga, sekolah, aparat penegak hukum, hingga lingkungan sosial masyarakat.

“Upaya meminimalisir anak berhadapan dengan hukum membutuhkan pendekatan yang komprehensif. Bukan hanya penindakan, tetapi juga pembinaan, pengawasan sosial, penguatan keluarga, dan penyediaan ruang positif bagi remaja,” ujar Fauzan.

Sementara itu, I Tri Umbara Artama menambahkan bahwa peran Pembimbing Kemasyarakatan sangat penting dalam memastikan proses pendampingan anak berjalan dengan mengedepankan prinsip kepentingan terbaik bagi anak.

Hasil wawancara dan penggalian data tersebut nantinya akan menjadi sumber informasi dalam penyusunan tugas akhir para peserta didik Sespimmen Polri Dikreg ke-66.

Kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar serta menjadi bagian dari penguatan kolaborasi antarinstansi dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif.

Narasi: MFZ

Penulis: MFZEditor: INS