MAKASSAR, JURNAL TIMUR โ Peserta magang Balai Pemasyarakatan Kelas I Makassar kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan kapasitas intelektual melalui kegiatan evaluasi penyuntingan buku yang digelar pada Rabu (3/3) di Aula Dr. Hasanuddin Massaile. Kegiatan ini didampingi langsung oleh Pembimbing Kemasyarakatan, Moch Fauzan Zarkasi, yang turut membimbing proses rekapitulasi penulisan.
Pertemuan tersebut menjadi ruang konsolidasi bagi tim penyunting yang telah dibentuk sebelumnya. Pada kesempatan ini, tim memaparkan hasil rekapitulasi tulisan peserta magang. Karya-karya tersebut direncanakan akan dihimpun dan diterbitkan dalam bentuk buku sebagai dokumentasi pengetahuan sekaligus media edukasi.
Dalam proses evaluasi, setiap naskah ditelaah dari sisi struktur, ketepatan bahasa, serta kekuatan gagasan. Diskusi berlangsung interaktif, di mana peserta saling memberi masukan agar tulisan tidak hanya informatif, tetapi juga komunikatif dan enak dibaca. Pendekatan ini diharapkan mampu melatih ketelitian, daya kritis, serta kemampuan literasi peserta magang.
Selain pembahasan substansi, tim juga menyepakati aspek teknis penerbitan guna menjaga keseragaman dan profesionalitas buku. Beberapa standar ditetapkan, mulai dari jenis dan ukuran huruf, konsep tata letak (layout), hingga pengaturan spasi dan format penulisan. Penyeragaman ini dilakukan agar hasil akhir buku memiliki tampilan rapi, sistematis, dan layak terbit.
Surianto selaku Kepala Bapas Kelas I Makassar menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar proyek dokumentasi, melainkan bagian dari proses pembelajaran. Menurutnya, menulis dan menyunting adalah latihan berpikir jernih serta merapikan pengalaman menjadi pengetahuan yang bermakna. โMagang bukan hanya soal praktik kerja, tapi juga bagaimana merefleksikan pengalaman. Buku ini menjadi jejak intelektual para peserta sekaligus bukti bahwa belajar bisa meninggalkan karya,โ ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Bapas Makassar berharap peserta magang tidak hanya memperoleh pengalaman teknis di bidang pemasyarakatan, tetapi juga berkembang dalam aspek literasi, kreativitas, dan kemampuan akademik, sehingga mampu membawa perspektif kritis dan produktif di masa depan.
Narasi: MFZ












