MAKASSAR – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Makassar kembali menggelar kajian keagamaan rutin yang dilaksanakan setiap Kamis, Kamis (17/9). Kegiatan yang dirangkaikan dengan apel pagi serta peringatan Hari Kesadaran Nasional tersebut berlangsung di Masjid Al Hidayah Bapas Makassar dan diikuti oleh para pegawai serta mahasiswa magang.
Kajian keagamaan kali ini mengangkat tema “Mengapa Manusia Butuh Shalat?” dengan menghadirkan Ustadz Muhammad Jawahir Thahir, Lc. sebagai narasumber.
Dalam penyampaiannya, Ustadz Muhammad Jawahir menjelaskan bahwa shalat bukan sekadar kewajiban ritual yang dilaksanakan secara berulang, tetapi memiliki dimensi pembentukan diri dan pengendalian kehidupan manusia. Shalat menjadi ruang bagi manusia untuk kembali menyadari kedudukannya sebagai hamba sekaligus mengevaluasi perjalanan hidupnya.
Ia menjelaskan bahwa dalam perspektif bahasa Arab, shalat memiliki makna yang berkaitan dengan proses pembakaran. Makna tersebut dapat dimaknai secara reflektif sebagai proses yang meluluhkan berbagai “racun” kehidupan duniawi yang berpotensi menurunkan kualitas dan derajat kemanusiaan.
“Shalat seharusnya tidak hanya berhenti pada gerakan dan bacaan, tetapi memberikan pengaruh terhadap perilaku manusia setelah ia selesai melaksanakannya,” jelasnya.
Menurutnya, berbagai persoalan kehidupan seperti keserakahan, kemarahan, kesombongan, iri hati, dan kecenderungan melakukan perbuatan yang merugikan orang lain perlu dikendalikan melalui kedekatan manusia kepada Allah SWT. Dalam konteks tersebut, shalat menjadi salah satu sarana untuk membangun kesadaran, kedisiplinan, ketenangan batin, serta kemampuan manusia dalam mengendalikan dirinya.
Kajian kemudian berlangsung secara interaktif. Para peserta diberikan ruang untuk menyimak sekaligus merefleksikan kembali makna shalat dalam kehidupan sehari-hari, khususnya bagaimana ibadah tersebut dapat membentuk pribadi yang lebih baik dalam menjalankan tugas, berinteraksi dengan sesama, maupun menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Bapas Kelas I Makassar dalam membangun pembinaan kepribadian pegawai melalui pendekatan spiritual. Selain memperkuat nilai keagamaan, kajian rutin tersebut diharapkan dapat menjadi ruang refleksi bersama untuk membangun integritas, kedisiplinan, dan kualitas pengabdian dalam pelaksanaan tugas pemasyarakatan.
Wartawan: MFZ, Editor: IRS

Tinggalkan Balasan