MAKASSAR — Griya Abhipraya Sombere Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Makassar terus menguatkan proses pembinaan bagi Klien Anak melalui pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada perubahan perilaku, tetapi juga pembentukan karakter dan nilai spiritual. Salah satunya dilakukan melalui kegiatan belajar mengaji yang dilaksanakan di Masjid Al-Hidayah Bapas Makassar, Selasa (15/9).
Kegiatan tersebut diikuti oleh Klien Anak yang sedang menjalani masa pembinaan di Griya Abhipraya Sombere. Dalam kegiatan ini, para Klien Anak mendapatkan pendampingan untuk belajar membaca Al-Qur’an secara langsung dengan melibatkan mahasiswa yang sedang melaksanakan kegiatan magang di Bapas Makassar.
Belajar mengaji menjadi bagian dari pembinaan spiritual yang diarahkan untuk memberikan ruang kepada Klien Anak dalam mengenal dan memperdalam nilai-nilai keagamaan. Kegiatan dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan kemampuan masing-masing Klien Anak, sehingga proses belajar dapat berlangsung secara lebih dekat dan personal.
Bagi Griya Abhipraya Sombere, pembinaan spiritual memiliki posisi penting dalam proses pembentukan kepribadian Klien Anak. Masa pembinaan tidak hanya menjadi kesempatan untuk menjalani konsekuensi atas perbuatan yang telah dilakukan, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun kebiasaan, pola pikir, dan nilai-nilai baru yang dapat menjadi bekal ketika kembali menjalani kehidupan di masyarakat.
Kepala Bapas Kelas I Makassar, Surianto, mengatakan bahwa pembimbingan terhadap Klien Anak perlu menyentuh berbagai aspek kehidupan, termasuk pembentukan karakter dan spiritualitas.
“Anak-anak ini masih memiliki perjalanan yang panjang. Karena itu, proses pembimbingan harus memberi mereka bekal untuk menjalani masa depan dengan lebih baik. Pembinaan spiritual menjadi salah satu bagian penting untuk membantu mereka membangun nilai, disiplin, dan kesadaran diri,” ujar Surianto.
Menurutnya, keterlibatan mahasiswa magang dalam kegiatan tersebut juga menunjukkan bahwa proses pembimbingan dapat menjadi ruang pembelajaran bersama. Mahasiswa memperoleh pengalaman berinteraksi dengan Klien secara langsung, sementara Klien mendapatkan tambahan pendampingan dalam proses pembinaan.
“Kita ingin setiap unsur yang berada di lingkungan Bapas dapat memberikan kontribusi positif. Ketika mahasiswa ikut mendampingi proses belajar, mereka bukan hanya belajar tentang lingkungan pemasyarakatan, tetapi juga ikut menghadirkan manfaat bagi Klien,” lanjutnya.
Kegiatan belajar mengaji tersebut menjadi salah satu bentuk pembinaan yang dihadirkan Griya Abhipraya Sombere untuk membangun keseimbangan antara pembimbingan kepribadian, keterampilan, dan penguatan spiritual Klien Anak.
Melalui pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan, Griya Abhipraya Sombere Bapas Makassar berupaya menjadikan masa pembinaan sebagai momentum bagi Klien Anak untuk mengenali dirinya, memperbaiki kebiasaan, serta mempersiapkan diri kembali ke lingkungan keluarga dan masyarakat dengan bekal kehidupan yang lebih baik.
Wartawan: MFZ, Editor: IRS

Tinggalkan Balasan