TAKALAR, 7 September 2026 — Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Makassar terus memperluas jejaring kolaborasi berbasis kewilayahan melalui Kelompok Layanan Bimbingan Integrasi (Kelayan Binter). Kali ini, koordinasi dilakukan bersama Pemerintah Kecamatan Pattallassang, Polsek Pattallassang, Koramil Pattallassang, dan Kelurahan Kalabbirang, Kabupaten Takalar, Senin (7/9).

Koordinasi tersebut menjadi bagian dari persiapan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan Piagam Komitmen Bersama dalam rangka memperkuat dukungan terhadap pelaksanaan pembimbingan dan pengawasan Klien Pemasyarakatan Bapas Kelas I Makassar di wilayah Pattallassang.

Rombongan Bapas Makassar dipimpin Ketua Griya Abhipraya Sombere, Andi Moh. Hamka, bersama sejumlah Pembimbing Kemasyarakatan (PK). Rombongan melakukan koordinasi secara berjenjang dengan unsur pemerintah wilayah dan aparat penegak keamanan, mulai dari Kecamatan Pattallassang, Polsek Pattallassang, Koramil Pattallassang, hingga Kelurahan Kalabbirang.

Dalam koordinasi tersebut, Bapas Makassar memberikan sosialisasi mengenai tugas dan fungsi Pembimbing Kemasyarakatan sekaligus menjelaskan konsep Kelayan Binter sebagai wadah kolaborasi dalam mendukung proses pembimbingan dan pengawasan Klien Pemasyarakatan.

Andi Moh. Hamka menjelaskan bahwa keberhasilan pembimbingan tidak hanya ditentukan oleh intervensi yang dilakukan Bapas. Ketika Klien kembali berada di tengah masyarakat, lingkungan tempat mereka tinggal memiliki peran yang tidak kalah penting dalam menjaga keberlanjutan proses reintegrasi sosial.

“Kelayan Binter kita bangun agar proses pembimbingan tidak berjalan sendiri. Ada pemerintah wilayah, aparat keamanan, dan unsur masyarakat yang bersama-sama dapat menciptakan lingkungan yang mendukung Klien untuk kembali menjalani kehidupan secara positif,” jelas Hamka.

Dalam pertemuan tersebut, unsur Kecamatan Pattallassang, Polsek Pattallassang, Koramil Pattallassang, dan Kelurahan Kalabbirang menyambut positif rencana penguatan Kelayan Binter. Masing-masing unsur menyatakan dukungan terhadap keberlangsungan program sekaligus membuka ruang kolaborasi dalam mendukung pembimbingan Klien Pemasyarakatan di wilayah tersebut.

Dukungan lintas sektor tersebut menjadi penting karena reintegrasi sosial berlangsung di tengah masyarakat. Pemerintah wilayah dapat berperan dalam membuka akses dan dukungan sosial, sementara unsur kewilayahan turut membantu menciptakan situasi yang aman dan kondusif bagi Klien dalam menjalani kehidupan setelah proses hukum.

Kepala Bapas Kelas I Makassar, Surianto, menyampaikan bahwa perluasan jejaring Kelayan Binter merupakan bagian dari upaya membangun sistem Pembimbingan Kemasyarakatan yang semakin dekat dengan masyarakat.

“Bapas tidak mungkin bekerja sendiri dalam proses reintegrasi sosial. Ketika Klien kembali ke lingkungan tempat tinggalnya, maka lingkungan tersebut harus menjadi bagian dari proses pembinaan. Karena itu, kolaborasi dengan pemerintah wilayah, TNI, Polri, dan masyarakat menjadi sangat penting,” ujar Surianto.

Menurutnya, keberadaan Kelayan Binter bukan sekadar membangun kerja sama secara administratif, tetapi membangun ekosistem dukungan agar Klien memiliki ruang untuk kembali, diterima, dibimbing, dan didorong menjalani kehidupan yang produktif.

“Kita ingin membangun jejaring yang bukan hanya ada di atas kertas. Komitmen tersebut harus diterjemahkan menjadi dukungan nyata di lapangan, sehingga Klien memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri dan kembali menjadi bagian yang produktif dari masyarakat,” lanjutnya.

Koordinasi di Pattallassang menjadi bagian dari langkah Bapas Makassar dalam memperkuat jejaring Kelayan Binter di berbagai wilayah. Rencana penandatanganan PKS dan Piagam Komitmen Bersama diharapkan menjadi pijakan awal bagi kolaborasi yang lebih terstruktur dalam mendukung pembimbingan, pengawasan, dan reintegrasi sosial Klien Pemasyarakatan.

Melalui penguatan kolaborasi lintas sektor tersebut, Bapas Makassar terus mendorong agar proses reintegrasi tidak berhenti pada kembalinya Klien ke masyarakat, tetapi berlanjut melalui lingkungan yang mampu memberikan dukungan, kesempatan, dan ruang bagi mereka untuk membangun kembali kehidupan yang lebih baik.

Narasi: MFZ

Wartawan: MFZ, Editor: INS