MAKASSAR – Proses kembali ke masyarakat membutuhkan lebih dari sekadar berakhirnya masa menjalani pidana. Klien Pemasyarakatan perlu memiliki kesiapan untuk kembali menjalankan peran sosial, membangun hubungan yang sehat dengan lingkungan, serta melanjutkan kehidupan secara bertanggung jawab.

Hal tersebut menjadi perhatian Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Makassar melalui pelaksanaan Bimbingan Kepribadian Klien Pemasyarakatan di Masjid Al-Hidayah Bapas Makassar, Selasa (22/9/2026).

Mengangkat materi “Persiapan Kembali ke Masyarakat”, kegiatan tersebut dimoderatori oleh Kepala Subseksi Bimbingan Kerja Klien Anak, Andi Ismail Bandaso, dengan materi yang disampaikan oleh Andi Mohammad Hamka, Pembimbing Kemasyarakatan Ahli Muda Bapas Makassar sekaligus Ketua Griya Abhipraya Sombere.

Bimbingan diarahkan untuk membangun kesadaran Klien Pemasyarakatan bahwa proses kembali ke masyarakat merupakan tahapan yang perlu dipersiapkan secara matang. Kesiapan tersebut mencakup kemampuan mengelola diri, membangun kembali hubungan dengan keluarga, beradaptasi dengan lingkungan, serta menentukan aktivitas positif yang dapat mendukung kehidupan setelah kembali ke masyarakat.

Dalam materi yang disampaikan, klien didorong untuk tidak melihat reintegrasi semata sebagai kembalinya seseorang ke lingkungan sosial, tetapi sebagai kesempatan untuk membangun kembali kehidupan dengan sikap dan perilaku yang lebih bertanggung jawab.

Kepala Bapas Kelas I Makassar, Surianto, mengatakan bimbingan kepribadian menjadi bagian penting dalam mempersiapkan Klien Pemasyarakatan menghadapi kehidupan setelah kembali ke masyarakat.

“Kembali ke masyarakat membutuhkan kesiapan, bukan hanya secara administratif, tetapi juga secara pribadi dan sosial. Melalui bimbingan kepribadian, kami ingin membantu klien mempersiapkan diri agar mampu menghadapi lingkungan, membangun kembali kepercayaan, dan menjalani kehidupan dengan tanggung jawab,” ujar Surianto.

Menurutnya, proses pembimbingan perlu memberikan bekal yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Klien tidak hanya diarahkan untuk memahami hal-hal yang perlu dihindari, tetapi juga didorong untuk mengenali potensi diri dan membangun pola kehidupan yang lebih positif.

“Ketika kembali ke masyarakat, yang paling penting adalah bagaimana klien mampu mempertahankan perubahan yang sudah dibangun selama proses pembimbingan. Karena itu, kesiapan menghadapi keluarga, lingkungan, dan berbagai situasi sosial perlu menjadi bagian dari proses tersebut,” lanjutnya.

Bimbingan kepribadian merupakan salah satu bentuk pelaksanaan fungsi Bapas dalam memberikan pembimbingan kepada Klien Pemasyarakatan. Melalui kegiatan yang dilakukan secara berkelanjutan, Bapas Makassar berupaya menghadirkan ruang pembelajaran dan refleksi agar klien semakin siap menjalani proses reintegrasi sosial.

Persiapan kembali ke masyarakat pada akhirnya bukan hanya tentang kembali ke tempat seseorang berasal, tetapi tentang bagaimana seseorang kembali dengan kesiapan untuk menjalani kehidupan yang lebih bertanggung jawab.

Wartawan: MFZ, Editor: IRS