PINRANG – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Makassar terus memperluas jejaring dukungan reintegrasi sosial hingga tingkat kecamatan. Kamis (24/9/2026), Bapas Makassar melakukan koordinasi penjajakan kerja sama pembentukan Kelompok Layanan Bimbingan Integrasi (Kelayan Binter) di Kecamatan Mattiro Sompe, Kabupaten Pinrang.

Koordinasi yang berlangsung mulai pukul 11.00 WITA tersebut menjadi langkah awal untuk membangun kolaborasi antara Bapas Makassar dengan pemerintah kecamatan dalam mendukung pelaksanaan pembimbingan dan pengawasan Klien Pemasyarakatan di tengah masyarakat.

Dalam pertemuan tersebut, Bapas Makassar menyampaikan konsep Kelayan Binter sekaligus memperkenalkan Forum Reintegrasi Sosial sebagai wadah kolaborasi yang melibatkan unsur pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang mendukung proses reintegrasi Klien Pemasyarakatan.

Pembentukan Kelayan Binter diarahkan agar pelaksanaan pembimbingan tidak hanya bertumpu pada Bapas, tetapi memperoleh dukungan dari lingkungan tempat klien kembali menjalani kehidupan. Peran pemerintah kecamatan dan masyarakat menjadi penting dalam membuka ruang penerimaan, pendampingan, serta dukungan sosial bagi klien sesuai kebutuhan dan kewenangan masing-masing.

Bapas Makassar juga menjelaskan tugas dan fungsi Pembimbing Kemasyarakatan, termasuk pentingnya sinergi lintas sektor dalam mendukung keberlanjutan program pembimbingan dan pengawasan Klien Pemasyarakatan di wilayah Kecamatan Mattiro Sompe.

Pihak Kecamatan Mattiro Sompe menyambut positif penjajakan kerja sama tersebut dan menyatakan dukungan terhadap keberlanjutan program Kelayan Binter dan Forum Reintegrasi Sosial.

Kepala Bapas Kelas I Makassar, Dr. Surianto, menyampaikan bahwa reintegrasi sosial membutuhkan lingkungan yang ikut mengambil peran dalam proses kembalinya klien ke masyarakat.

“Bapas tidak dapat bekerja sendiri dalam membangun proses reintegrasi. Karena itu, Kelayan Binter kami dorong sebagai ruang kolaborasi agar pemerintah dan masyarakat di wilayah tempat klien kembali dapat ikut memberikan dukungan sesuai peran masing-masing,” ujar Surianto.

Menurutnya, penjajakan di Kecamatan Mattiro Sompe menjadi bagian dari upaya memperluas ekosistem reintegrasi sosial yang dibangun Bapas Makassar di berbagai wilayah kerja.

Dengan adanya koordinasi sejak tahap awal, Bapas Makassar dan pemerintah kecamatan dapat menyamakan pemahaman mengenai bentuk dukungan yang dapat dikembangkan, sekaligus memetakan potensi kerja sama yang relevan bagi pelaksanaan pembimbingan dan pengawasan klien.

Penjajakan kerja sama ini selanjutnya menjadi dasar untuk membangun komunikasi dan langkah lanjutan menuju pembentukan Kelayan Binter di Kecamatan Mattiro Sompe, dengan tetap memperhatikan ketentuan dan peran masing-masing pihak.

Wartawan: MFZ, Editor: IRS