MAKASSAR — Masa lalu tidak harus menjadi batas bagi seseorang untuk memperbaiki kehidupannya. Pesan tersebut menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Bimbingan Kepribadian yang secara rutin digelar Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Makassar setiap pekan sebagai ruang bagi Klien Pemasyarakatan untuk membangun kembali cara pandang, sikap, dan kesiapan dalam menata kehidupan di masa mendatang.
Bimbingan Kepribadian berlangsung di Masjid Al-Hidayah Bapas Makassar, Selasa (15/9), yang diikuti Klien Pemasyarakatan. Kegiatan dimoderatori oleh Kasubsi Bimbingan Kerja Klien Anak Bapas Kelas I Makassar, Andi Ismail Bandaso.
Materi bertema “Menatap Masa Depan dengan Lebih Baik” disampaikan oleh Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Ahli Muda Bapas Makassar, Wisnu Aminullah. Materi diarahkan untuk memberikan penguatan kepada Klien agar mampu melihat masa depan sebagai kesempatan untuk melakukan perubahan dan menjalani kehidupan secara lebih baik.
Bagi Bapas Makassar, Bimbingan Kepribadian tidak ditempatkan sekadar sebagai agenda rutin, tetapi menjadi bagian dari proses pembimbingan yang mendorong Klien membangun kesadaran dan kesiapan diri untuk kembali menjalankan peran di tengah masyarakat.
Kepala Bapas Kelas I Makassar, Surianto, menegaskan bahwa proses reintegrasi membutuhkan perubahan yang tidak hanya terlihat dari perilaku, tetapi juga dari cara seseorang memandang kehidupan yang akan dijalaninya.
“Yang kita harapkan bukan sekadar Klien menyelesaikan masa pidananya, tetapi mampu melihat ke depan dan menentukan pilihan hidup yang lebih baik. Masa lalu menjadi pelajaran, sementara masa depan harus dipersiapkan dengan sikap, tanggung jawab, dan kemauan untuk berubah,” ujar Surianto.
Ia menambahkan, pembimbingan kepribadian menjadi salah satu upaya Bapas untuk membangun fondasi perubahan tersebut. Dengan pembimbingan yang dilakukan secara berkelanjutan, Klien diharapkan semakin mampu mengenali potensi diri, mengambil keputusan secara lebih bijak, serta menghindari kembali pada pola kehidupan yang dapat membawanya berhadapan dengan hukum.
Pelaksanaan Bimbingan Kepribadian secara rutin setiap pekan juga menjadi bagian dari komitmen Bapas Makassar dalam memberikan layanan pembimbingan yang berkesinambungan. Melalui pendekatan tersebut, proses reintegrasi diarahkan tidak hanya pada kembalinya Klien ke masyarakat, tetapi juga pada kesiapan mereka untuk menjalani kehidupan yang lebih konstruktif.
Wartawan: MFZ, Editor: IRS

Tinggalkan Balasan