Makassar — Balai Pemasyarakatan Kelas I Makassar mengikuti kegiatan sosialisasi optimalisasi pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan, Rabu (22/4). Kegiatan ini diikuti secara daring melalui Zoom Meeting dari Aula Dr. Hasanuddin Massaile Bapas Makassar.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Sulsel, Rudy Fernando Sianturi serta jajaran tim kelompok kerja (pokja) pembangunan Zona Integritas Bapas Makassar. Sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya penguatan komitmen satuan kerja dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan berorientasi pada pelayanan publik.
Dalam pemaparan materi, disampaikan sejumlah program strategis yang menjadi fokus penguatan Pemasyarakatan. Salah satunya adalah program pembangunan sumur bor yang ditujukan untuk memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di sekitar Unit Pelaksana Teknis (UPT), dengan tetap memperhatikan efisiensi anggaran.
Selain itu, turut diperkenalkan program pembentukan desa binaan, di mana setiap UPT diminta untuk berperan aktif dalam pembinaan masyarakat melalui penunjukan satu desa sebagai mitra binaan. Program ini diharapkan dapat mendorong peran aktif Pemasyarakatan dalam pembimbingan kemasyarakatan sekaligus mendukung pengembangan potensi ekonomi masyarakat, termasuk sektor UMKM.
Pada aspek internal, Rudy Fernando Sianturi menekankan pentingnya pembinaan pegawai secara berkelanjutan. Pimpinan UPT diharapkan mampu membangun karakter pegawai yang berintegritas, disiplin, dan loyal sebagai fondasi utama dalam mendukung keberhasilan pembangunan Zona Integritas.
Selain itu, disampaikan pula hasil evaluasi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan terhadap sejumlah satuan kerja, yang menjadi pengingat bagi seluruh jajaran untuk senantiasa bekerja sesuai standar operasional prosedur (SOP) serta menghindari potensi pelanggaran.
Narasi: MFZ












