Gowa – Kepedulian terhadap Klien Pemasyarakatan diwujudkan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Makassar melalui penyaluran bantuan sosial kepada Klien yang berdomisili di Kelurahan Bontonompo dan Desa Bontolangkasa Selatan, Kabupaten Gowa, Rabu (12/8).
Penyaluran bantuan sosial tersebut menjadi salah satu rangkaian kegiatan pembentukan dan penyelenggaraan Kelompok Layanan Bimbingan Integrasi (Kelayan Binter) yang dilaksanakan Bapas Makassar bersama unsur pemerintah dan masyarakat Kecamatan Bontonompo. Bantuan diserahkan langsung oleh Kepala Bapas Kelas I Makassar, Surianto, dan disaksikan oleh para pihak yang hadir dalam kegiatan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dan Piagam Komitmen Bersama.
Bantuan sosial diberikan kepada sejumlah Klien Pemasyarakatan yang berdomisili di wilayah Kelurahan Bontonompo dan Desa Bontolangkasa Selatan. Penyerahan tersebut menjadi bentuk perhatian Bapas Makassar terhadap kondisi sosial Klien sekaligus bagian dari upaya membangun hubungan yang lebih dekat antara Klien, Bapas, dan lingkungan masyarakat tempat Klien menjalani proses reintegrasi.
Bagi Bapas Makassar, dukungan terhadap Klien tidak hanya diwujudkan melalui pelaksanaan pembimbingan secara administratif maupun melalui pertemuan dengan Pembimbing Kemasyarakatan. Dukungan sosial juga menjadi bagian penting dalam membantu Klien menghadapi berbagai tantangan setelah kembali berada di tengah masyarakat.
Kepala Bapas Kelas I Makassar, Surianto, menyampaikan bahwa pemberian bantuan sosial merupakan bagian dari bentuk kepedulian yang secara rutin diberikan kepada Klien Pemasyarakatan.
“Bantuan sosial ini merupakan kegiatan rutin yang kita laksanakan setiap bulan. Ini bukan semata-mata mengenai bantuan yang diberikan, tetapi bagaimana kita menunjukkan bahwa Klien tetap menjadi bagian dari masyarakat yang perlu kita dampingi dan kita dukung dalam proses menjalani kehidupannya,” ujar Surianto.
Menurutnya, proses reintegrasi sosial membutuhkan dukungan yang tidak hanya bersifat pembimbingan, tetapi juga perhatian terhadap kondisi sosial Klien. Karena itu, kehadiran Bapas di lingkungan tempat Klien tinggal perlu dibangun melalui pendekatan yang humanis dan berkelanjutan.
“Reintegrasi sosial akan lebih kuat apabila Klien merasa diterima, didukung, dan memiliki lingkungan yang memberikan ruang untuk berubah. Karena itu, kita ingin membangun pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada pengawasan, tetapi juga kepedulian dan pemberdayaan,” lanjutnya.
Penyaluran bantuan sosial tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pembentukan Kelayan Binter di wilayah Bontonompo diarahkan untuk menghadirkan layanan yang lebih dekat dengan kehidupan Klien. Keterlibatan pemerintah wilayah, aparat kewilayahan, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta unsur masyarakat lainnya diharapkan dapat memperkuat ekosistem sosial yang mendukung proses perubahan Klien.
Kegiatan penyaluran bantuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan menjadi bagian dari rangkaian upaya Bapas Makassar membangun pola pembimbingan yang lebih kolaboratif dan berbasis masyarakat. Melalui kegiatan yang dilakukan secara berkelanjutan, Bapas Makassar berharap dukungan terhadap Klien dapat terus terjaga hingga mereka mampu menjalankan fungsi sosialnya secara mandiri dan bertanggung jawab di tengah masyarakat.
Narasi: MFZ
Wartawan: MFZ, Editor: INS

Tinggalkan Balasan