Makassar – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Makassar menggelar apel pagi yang dirangkaikan dengan pengajian keagamaan di Masjid Al Hidayah Bapas Kelas I Makassar, Kamis (6/8). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pembinaan karakter spiritual bagi seluruh sumber daya manusia di lingkungan Bapas Makassar.

Apel pagi diikuti oleh seluruh pegawai Bapas Kelas I Makassar. Pegawai yang beragama Islam mengikuti apel dan pengajian secara langsung di Masjid Al Hidayah, sementara pegawai nonmuslim mengikuti apel pagi secara daring dari Aula Bapas bersama petugas Pos Bapas di wilayah kerja masing-masing.

Kepala Bapas Kelas I Makassar, Dr. Surianto, menjelaskan bahwa pelaksanaan apel di masjid bukan tanpa alasan. Menurutnya, hal tersebut terinspirasi dari teladan Rasulullah SAW yang menjadikan masjid sebagai pusat berbagai aktivitas kehidupan, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang pembinaan umat, musyawarah, pendidikan, hingga penguatan persaudaraan.

“Saya memandang dan mengambil ibrah dari kehidupan Rasulullah SAW yang senantiasa memanfaatkan masjid sebagai pusat berbagai aktivitas. Masjid bukan hanya tempat melaksanakan salat, tetapi juga menjadi pusat pembinaan, pertemuan, bahkan berbagai kegiatan kemasyarakatan. Karena itu saya berpikir, pelaksanaan apel di tempat ini juga sangat dimungkinkan dan insyaallah akan membawa keberkahan bagi setiap aktivitas yang kita laksanakan,” ujar Surianto.

Usai apel pagi, kegiatan dilanjutkan dengan pengajian internal yang diikuti oleh seluruh pegawai, mahasiswa, serta peserta magang di lingkungan Bapas Kelas I Makassar. Pengajian kali ini menghadirkan Ustadz Anshori sebagai pemateri yang menyampaikan tausiah mengenai pentingnya menegakkan salat sebagai rukun Islam yang kedua sekaligus fondasi utama dalam membangun integritas, kedisiplinan, dan akhlak seorang muslim.

Suasana pengajian berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab, di mana para peserta berkesempatan berdiskusi mengenai berbagai persoalan dalam pelaksanaan ibadah maupun implementasi nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari dan pelaksanaan tugas sebagai insan Pemasyarakatan.

Surianto berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi rutinitas seremonial, tetapi mampu memberikan dampak nyata dalam membentuk karakter pegawai yang berintegritas, berakhlak mulia, serta memiliki keseimbangan antara profesionalisme dan spiritualitas dalam menjalankan tugas.

“Keberhasilan organisasi tidak hanya ditentukan oleh kompetensi dan kemampuan teknis, tetapi juga oleh kualitas karakter serta kedekatan spiritual setiap insan di dalamnya. Kami berharap kegiatan ini menghadirkan keberkahan dalam setiap aktivitas kerja sekaligus memperkuat nilai-nilai integritas, keikhlasan, dan semangat pengabdian kepada masyarakat,” ungkapnya.

Ke depan, pengajian internal ini direncanakan menjadi agenda rutin setiap pekan sebagai bagian dari program pembinaan spiritual Bapas Kelas I Makassar. Melalui kegiatan tersebut diharapkan terbentuk sumber daya manusia Pemasyarakatan yang profesional, berintegritas, humanis, serta memiliki karakter spiritual yang kuat dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Narasi: MFZ

Wartawan: Rusdi Dullahi, Editor: Rusdi Dullahi