*RAPAT RMakassar – Tim Pencanangan Zona Integritas Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Makassar kembali menggelar rapat evaluasi rutin pekanan di Ruang Rapat Bapas Makassar, Selasa (28/7). Kegiatan dipimpin oleh Sekretaris Tim Pencanangan Zona Integritas, Ismail Bandaso dan dihadiri oleh seluruh koordinator serta anggota Kelompok Kerja (Pokja) dari enam area perubahan sebagai bagian dari upaya menjaga konsistensi pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).
Rapat diawali dengan evaluasi progres tindak lanjut pada masing-masing area perubahan, termasuk perkembangan pemenuhan data dukung, penyelesaian program kerja, serta identifikasi berbagai kendala yang masih dihadapi. Setiap koordinator Pokja diberikan kesempatan memaparkan capaian dan rencana tindak lanjut guna memastikan seluruh target pembangunan Zona Integritas, berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Pada kesempatan tersebut, Pokja Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik mengajak diskusi mengenai penataan sistem antrean penerima layanan di Bapas Kelas I Makassar. Pembahasan difokuskan pada upaya membangun sistem antrean yang lebih tertib, terukur, dan memberikan kepastian pelayanan bagi masyarakat, sehingga proses penerimaan layanan dapat berlangsung lebih efektif, nyaman, dan transparan.
Diskusi berlangsung secara interaktif dengan menghimpun berbagai masukan dari seluruh anggota tim. Beragam usulan disampaikan terkait mekanisme pengaturan alur layanan, penyesuaian tata letak ruang tunggu, hingga penyempurnaan prosedur pelayanan agar mampu memberikan pengalaman layanan yang lebih baik bagi masyarakat tanpa mengurangi efektivitas pelaksanaan tugas petugas.
Kepala Bapas Kelas I Makassar, Surianto, menegaskan bahwa pembangunan Zona Integritas tidak hanya berfokus pada pemenuhan dokumen administrasi, tetapi harus diwujudkan melalui inovasi yang memberikan manfaat nyata kepada masyarakat.
“Esensi Zona Integritas adalah menghadirkan pelayanan yang semakin mudah, tertib, transparan, dan memberikan kepuasan kepada masyarakat. Karena itu, setiap masukan dan evaluasi harus mampu melahirkan perbaikan yang benar-benar dirasakan oleh para penerima layanan,” ujar Surianto.
Melalui rapat evaluasi rutin ini, Bapas Kelas I Makassar terus memperkuat budaya evaluasi dan perbaikan berkelanjutan sebagai bagian dari komitmen mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional, akuntabel, serta berorientasi pada pelayanan publik yang prima.
Narasi: MFZ
Wartawan: MFZ, Editor: INS

Tinggalkan Balasan