MAKASSAR – Penyusunan naskah Penelitian Kemasyarakatan (Litmas) tidak hanya menuntut ketepatan kaidah bahasa, tetapi juga kemampuan menyajikan fakta secara objektif, formal, dan profesional. Aspek tersebut menjadi fokus pembelajaran hari ketiga Bimbingan Teknis Pengembangan Kompetensi Kebahasaan Pembimbing Kemasyarakatan dalam Penyusunan Naskah Litmas di Aula Dr. Hasanuddin Massaile, Bapas Kelas I Makassar, Rabu (14/10).

Materi kembali disampaikan oleh Prof. Dr. Andi Syukri Syamsuri, Guru Besar Ilmu Linguistik sekaligus Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar. Pada sesi ini, peserta mendalami penggunaan bahasa objektif, formal, dan profesional dalam Litmas, serta teknik penyuntingan untuk meningkatkan kualitas naskah.

Pembahasan mengenai bahasa objektif menekankan pentingnya membedakan fakta, hasil pengamatan, dan analisis dalam penyusunan Litmas. Pembimbing Kemasyarakatan perlu menghindari penggunaan ungkapan yang bersifat subjektif atau mengandung penilaian tanpa dasar yang jelas. Setiap informasi harus disajikan secara proporsional dan mengacu pada hasil penelitian sehingga dapat dipahami tanpa menimbulkan penafsiran yang keliru.

Selain itu, penggunaan bahasa formal dan profesional menjadi perhatian dalam membangun konsistensi penulisan dokumen kedinasan. Pemilihan kata, struktur kalimat, serta penyampaian informasi perlu disesuaikan dengan konteks dan tujuan Litmas agar substansi penelitian tersampaikan secara jelas dan sistematis.

Peserta juga mendapatkan pembahasan mengenai teknik penyuntingan naskah Litmas. Tahapan ini mencakup pemeriksaan ketepatan kata, keefektifan kalimat, konsistensi istilah, penggunaan tanda baca, serta keterpaduan antarbagiannya. Penyuntingan menjadi langkah penting untuk menemukan dan memperbaiki kekeliruan sebelum naskah digunakan sebagai dokumen pendukung dalam proses pemasyarakatan.

Para peserta yang mengikuti kegiatan secara luring maupun daring menyimak materi dan mengikuti proses pembelajaran secara interaktif. Pembahasan tersebut memberikan penguatan praktis mengenai cara menyajikan hasil penelitian secara cermat, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Melalui materi hari ketiga ini, Bapas Makassar terus mendorong peningkatan kualitas naskah Litmas melalui penguatan kemampuan kebahasaan dan penyuntingan. Dengan keterampilan tersebut, Pembimbing Kemasyarakatan diharapkan mampu menghasilkan dokumen yang tidak hanya tepat secara bahasa, tetapi juga objektif dalam substansi dan profesional dalam penyajiannya.

Wartawan: MFZ, Editor: IRS