MAKASSAR – Ketepatan berbahasa menjadi salah satu aspek penting dalam menghasilkan naskah Penelitian Kemasyarakatan (Litmas) yang profesional dan dapat dipertanggungjawabkan. Hal tersebut menjadi fokus materi pada hari kedua Bimbingan Teknis Pengembangan Kompetensi Kebahasaan Pembimbing Kemasyarakatan dalam Penyusunan Naskah Litmas yang berlangsung di Aula Dr. Hasanuddin Massaile, Bapas Kelas I Makassar, Selasa (13/10).

Materi disampaikan oleh Prof. Dr. Andi Syukri Syamsuri, Guru Besar Ilmu Linguistik yang juga menjabat Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar. Dalam sesi tersebut, peserta mendalami penggunaan Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD), pemilihan istilah, serta penggunaan tanda baca dalam penyusunan naskah Litmas.

Pembahasan diarahkan pada pentingnya menerapkan kaidah kebahasaan secara tepat agar informasi hasil penelitian dapat disampaikan dengan jelas, sistematis, dan tidak menimbulkan penafsiran yang keliru. Ketepatan dalam memilih kata, menyusun kalimat efektif, menggunakan istilah yang sesuai, serta menempatkan tanda baca menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas dokumen profesional Pembimbing Kemasyarakatan.

Penguasaan aspek kebahasaan juga membantu Pembimbing Kemasyarakatan menyajikan fakta dan hasil analisis secara objektif. Dengan demikian, naskah Litmas tidak hanya memenuhi kebutuhan administratif, tetapi juga mampu menyampaikan informasi secara akurat dan mudah dipahami oleh pihak yang menggunakannya sebagai bahan pertimbangan.

Para peserta, baik yang mengikuti secara luring maupun daring, menyimak materi dengan antusias dan terlibat aktif dalam sesi pembelajaran interaktif. Kehadiran narasumber dari bidang linguistik memberikan perspektif kebahasaan yang relevan dengan kebutuhan praktis peserta dalam menyusun naskah Litmas.

Melalui materi pada hari kedua ini, Bapas Makassar terus mendorong peningkatan kompetensi Pembimbing Kemasyarakatan, tidak hanya dari sisi substansi penelitian, tetapi juga kemampuan menyajikannya dalam bahasa Indonesia yang baik, benar, dan profesional.

Wartawan: MFZ, Editor: IRS