MAKASSAR — Komitmen Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Makassar dalam memperkuat budaya literasi terus dikembangkan melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Salah satunya diwujudkan melalui audiensi dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan, Kamis (27/8/2026).
Audiensi yang berlangsung di Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan tersebut menjadi langkah awal Bapas Makassar dalam menjajaki dukungan sekaligus pendampingan untuk pembentukan perpustakaan di lingkungan Bapas Makassar.
Rombongan Bapas Makassar diterima langsung oleh Kepala UPT Perpustakaan Provinsi Sulawesi Selatan, Kaharullah, S.E., M.M., bersama Kepala UPT Jasa Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan, Hj. Musta’ana, S.Ksi., M.M. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan mendapat sambutan antusias dari jajaran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan.
Dalam audiensi tersebut, jajaran Bapas Makassar menggali informasi mengenai berbagai tahapan, prosedur, serta kebutuhan yang perlu dipersiapkan dalam pembentukan perpustakaan baru. Pembahasan tersebut mencakup upaya memastikan keberadaan perpustakaan nantinya tidak sekadar menjadi fasilitas pelengkap, tetapi dapat berkembang sebagai ruang literasi yang memberikan manfaat bagi lingkungan Bapas.
Inisiatif tersebut mendapat apresiasi dari jajaran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan. Bapas Makassar dinilai telah menunjukkan langkah positif dalam menginisiasi penguatan literasi di lingkungan kerja.
Dukungan terhadap rencana tersebut juga disampaikan sebagai bentuk sinergi untuk membantu Bapas Makassar dalam mempersiapkan pembentukan perpustakaan, termasuk aspek yang diperlukan agar pengelolaannya dapat berjalan secara baik dan berkelanjutan.
Kepala Bapas Kelas I Makassar, Surianto, menyampaikan bahwa pengembangan perpustakaan merupakan bagian dari upaya membangun lingkungan kerja yang tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan tugas, tetapi juga mendorong peningkatan kapasitas dan budaya belajar.
Menurutnya, literasi memiliki posisi penting dalam membangun sumber daya manusia yang memiliki wawasan, kemampuan berpikir kritis, dan kemauan untuk terus berkembang.
“Kita ingin literasi tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Kehadiran perpustakaan nantinya harus menjadi ruang yang hidup, tempat pegawai maupun pihak yang berada di lingkungan Bapas dapat membaca, belajar, dan mengembangkan pengetahuan,” ujar Surianto.a
Ia menambahkan, kolaborasi dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan diperlukan agar proses pembentukan perpustakaan dilakukan dengan landasan dan tata kelola yang tepat.
“Karena itu kita datang untuk belajar dan berkoordinasi. Kita ingin apa yang kita bangun memiliki standar yang baik dan dapat dikembangkan secara berkelanjutan,” lanjutnya.
Sebagai tindak lanjut audiensi, Bapas Makassar dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan akan mempersiapkan perjanjian kerja sama yang nantinya menjadi landasan dalam pelaksanaan berbagai program kolaboratif di bidang literasi dan perpustakaan.
Langkah tersebut sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara Bapas Makassar dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan dalam menghadirkan ekosistem literasi yang lebih kuat di lingkungan Bapas.
Bagi Bapas Makassar, membangun perpustakaan bukan sekadar menghadirkan ruang dan koleksi buku, tetapi membangun kebiasaan untuk terus belajar. Dari ruang literasi tersebut, diharapkan tumbuh lingkungan kerja yang semakin berpengetahuan, adaptif, dan terbuka terhadap perkembangan.
Kegiatan audiensi kemudian ditutup dengan foto bersama.
Narasi: MFZ
Wartawan: MFZ, Editor: INS

Tinggalkan Balasan